Friday, April 30, 2010
Wednesday, April 14, 2010
Karya Ilmiah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan besar maupun kecil dalam segala aktifitasnya diarahkan bertujuan agar kelangsungan hidup perusahaan tersebut dapat selalu berkembang, salah satu tujuannya adalah perusahaan memperoleh laba yang maksimal. Dengan laba yang diperoleh, pertumbuhan perusahaan maupun kesejahteraan para tenaga kerjanya dapat terciptakan. Untuk menilai atau melihat keadaan keuangan suatu perusahaan, maka dibutuhkan informasi yang tepat guna dan akurat. Informasi tersebut diantaranya laporan keuangan.
Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, dan merupakan informasi yang sangat penting dan dibutuhkan oleh internal maupun pihak eksternal yang berkepentingan guna mengetahui perkembangan dan kondisi perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Neraca mencerminkan keadaan kekayaan dan kewajiban perusahaan yang keduanya harus seimbang. Laporan laba rugi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan pada suatu periode akuntansi, yang dicerminkan dalam keadaan rugi atau laba. Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang berisi tentang perubahan modal suatu perusahaan pada periode akuntansi. Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi aliran kas yang keluar dan yang masuk dalam suatu kegiatan perusahaan.
Dalam upaya mendapatkan dasar yang kuat dalam pembuatan keputusan yang rasional maka pihak internal maupun pihak eksternal seharusnya terlebih dahulu melakukan interpretasi terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan tersebut. Dengan mengadakan interpretasi laporan keuangan perusahaan, pihak internal seperti manajer dapat mengetahui hasil-hasil keuangan yang telah dicapai di waktu-waktu yang lalu dan waktu yang sedang berjalan dan dapat mengetahui kinerja keuangan perusahaan selama ini, sedangkan bagi pihak eksternal seperti kreditor dapat mengetahui apakah kredit yang akan diberikan kepada suatu perusahaan akan mendapat jaminan dari aktiva, terutama aktiva tetap dari perusahaan yang bersangkutan dan untuk mengetahui kemampuan perusahaan tersebut dalam membayar hutang lancarnya dengan dana yang berasal dari aktiva lancarnya dan para investor untuk membantu dalam pengambilan keputusan investasi, apakah mereka akan meneruskan menginvestasikan saham mereka atau berhenti menjadi investor di perusahaan tersebut.
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dilihat betapa pentingnya interpretasi laporan keuangan bagi pihak internal maupun pihak eksternal. Dalam penulisan ilmiah ini penulisan mengambil judul “ Interpretasi Laporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Go Public pada PT Gudang Garam Tbk ”
1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang dikemukakan penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah
1. Berapakah total biaya, laba bersih, net profit margin, total asset, total asset turn over dan return investment pada PT Gudang Garam sebelum dan sesudah go public ?
2. Berapakah kenaikan dan penurunan return on investment yang diterima investor atas investasi yang ditanamkan dalam PT Gudang Garam sebelum dan sesudah go public ?
3. Apakah pihak eksternal akan meneruskan menjadi investor setelah perusahaan tersebut go public ?
Dalam penulisan ilmiah ini penulis hanya membatasi masalah tentang return on investment yang diterima para investor dalam menanamkan sahamnya dan untuk pengambilan keputusan periode 2006-2008.
1.3 Tujuan Metode Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah, tujuan penelitian ini :
1. Untuk mengetahui total biaya, laba setelah pajak, net profit margin, total asset, total asset turn over dan return on investment pada PT Gudang Garam sebelum dan sesudah go public.
2. Untuk mengetahui kenaikan atau penurunan return on investment yang diterima pihak investor atas investasi yang ditanamkan dalam PT Gudang Garam sebelum dan sesudah go public.
3. Untuk mengetahui hasil keputusan investor yaitu apakah akan melanjutkan investasinya pada perusahaan tersebut atau tidak.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat akademis
Yaitu dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang return on investment yang diterima investor atas investasi yang ditanamkan pada perusahaan sebelum dan sesudah go public dan dapat pengetahuan tentag faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan dan penurunan return on investment yang dihasilkan oleh perusahaan.
2. Manfaat praktis
Dapat bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan sebagai salah satu alat untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sedangkan pihak eksternal pada pihak investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam menanamkan modalnya.
1.5 Metodologi Penelitian
Dalam upaya memperoleh data dalam penyusunan ilmiah ini, penulis mengadakan metode penelitian yang lazim digunakan.
1.5.1 Objek Penelitian
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis mengambil objek penelitian pada PT Gudang Garam yang berlokasi Perseroan berdomisili di Indonesia dengan Kantor Pusat di Jl. SEmampir II/1, Kediri, Jawa Timur, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Kediri dan Gempol. Perusahaan juga memiliki kantor-kantor Perwakilan Jakarta di Jl. Jenderal A.Yani 79, Jakarta dan Kantor Perwakilan Surabaya di Jl. Pengenal 7-15, Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan bergerak di bidang bergerak di bidang industri rokok dan yang terkait dengan industri rokok.
1.5.2 Data / Varians
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa neraca dan laporan rugi laba PT Gudang Garam sebelum go public tahun 2007-2006 dan sesudah go public tahun 2008-2007
1.5.3 Metode Pengumpulan Data
Melalui kunjungan langsung ke BEI (Bursa Efek Indonesia) penulis memperoleh data perusahaan yang digunakan dalam pembahasan penulisan ilmiah.
1.5.4 Alat Analisis
Alat analisis yang digunakan penulis berupa total biaya, laba bersih, net profit margin, total asset, total asset turn over dan return on investment dengan menggunakan metode system dupont. Rumusnya sebagai berikut
a. Total Biaya = HPP + Beban Langsung + Beban Usaha+
Beban Bunga + Pajak Penghasilan yang digunakan
b. Laba Bersih = Penjualan – Total Biaya
c. Net Profit Margin = Laba Bersih / Penjualan
d. Total Asset = Kas dan Surat Berharga + Piutang +
Persediaan + Aktiva Lancar Lain + Aktiva Tidak Lancar
e. Total Asset Turn Over = Penjualan / Total Asset
f. Return on Investment = Net Profit Margin * Total Asset Turn
Over
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Laporan Keuangan
Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan dan kondisi keuangan suatu perusahaan perlu mengadakan interpretasi terhadap data keuangan dari perusahaan yang bersangkutan dan data keuangan itu tercermin di dalam laporan keuangannya. Adapun pengertian laporan keuangan yang dikemukakan oleh para ahli mengenai arti dari laporan keuangan adalah
Menurut Zaki Baridwan (2004:17) laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi- transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim (2002:63) laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Menurut Sofyan S. Harahap (2006:105) laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Laporan Keuangan adalah :
1. Merupakan produk akuntansi yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan-keputusan ekonomi bagi pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.
2. Merupakan potret perusahaan, yaitu dapat menggambarkan kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan, apakah dalam kondisi yang baik atau tidak.
3. Merupakan rangkaian aktivitas ekonomi perusahaan yang diklasifikasikan, pada periode tertentu.
4. Merupakan ringkasan dari suatu proses transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama periode yang bersangkutan.
2.2 Pihak-Pihak yang Berkepentingan dengan Laporan Keuangan
Dalam bukunya, Amin Widjaja Tunggal (2000:7) menyebutkan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun perkembangan suatu perusahaan antara lain
2.2.1 Pemilik Perusahaan
Pemilik perusahaan sangat berkepentingan atas laporan keuangan perusahaannya terutama untuk perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan, karena dalam laporan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manajemen dalam memimpin perusahaannya.
2.2.2 Manajer atau Pimpinan Perusahaan
Manajer atau pimpinan perusahaan memerlukan informasi mengenai posisi keuangan perusahaannya periode yang lalu. Informasi ini diperlukan untuk menyusun rencana memperbaiki system pengendaliannya dan menentukan kebijakan yang lebih tepat untuk periode yang akan datang. Tetapi yang terpenting bagi manajemen adalah laporan keuangan keuangan tersebut merupakan alat untuk mempertanggung jawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.
2.2.3 Investor Serta Kreditor
Investor serta kreditor sangat berkepentingan atas laporan keuangan perusahaan, karena mereka ini menanamkan modalnya dalam perusahaan. Mereka ini berkepentingan terhadap prospek keuntungan pada masa yang mendatang dan perkembangan perusahaan selanjutnya, untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk mengetahui kondisi kerja atau kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut. Dari hasil analisa laporan tersebut para investor serta kreditor akan dapat menentukan langkah-langkah yang harus ditempuhnya.
2.3 Macam-Macam Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dibahas oleh penulis yaitu neraca, laporan laba rugi. Dalam bagian ini akan diuraikan isi dan susunan masing-masing laporan keuangan yang dihasilkan setiap periode.
2.3.1 Laporan Neraca
Menurut Zaki Baridwan (2004:17) Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal terentu.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim (2002:63) Neraca adalah laporan yang meringkas posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca menampilkan sumber daya ekonomis (asset), kewajiban ekonomis (hutang), modal saham, dan hubungan antar item tersebut.
Menurut Sofyan S. Harahap (2006:107) Laporan Neraca yang disebut juga dengan laporan posisi keuangan perusahaan, adalah laporan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban dan modal pada saat tertentu.
Masing-masing elemen dalam neraca antara lain
a. Aktiva
Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi juga termasuk pengeluaran yang belum dialokasikan atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan dating, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya. Aktiva terdiri dari :
1) Aktiva Lancar
Adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau diuraikan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumsi dalam periode berikutnya ( paling lama 1 tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal) seperti : kas, surat-surat berharga, piutang dagang, piutang wesel, penghasilan yang masih harus diterima, persediaan barang dan sebagainya.
2) Aktiva Tidak Lancar ( Tetap)
Adalah aktiva yang mempunyai masa penggunaan yang relatif panjang, dalam arti tidak akan habis dipakai dalam satu siklus operasi perusahaan atau satu tahun dan tidak dapat dengan segera dijadikan kas. Aktiva tak lancar ada yang berbentuk aktiva berwujud seperti : tanah, gedung, alat-alat perlengkapan atau dapat juga berbentuk aktiva tak berwujud seperti : hak patent, hak merek, goodwill dan sebagainya.
b. Hutang
Hutang adalah semua kewajiban perusahaan pada pihak ketuga yang belum dipenuhi, hutang merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditur. Pada umumnya hutang dibedakan atas dua golongan yaitu
1) Hutang Lancar
Hutang lancar mencangkup semua hutang dan kewajiban yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun seperti : hutang dagang, hutang wesel, biaya yang masih harus dibayar, penerimaan di muka.
2) Hutang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun sejak tanggal penyusunan neraca seperti : hutang hipotek dan hutang obligasi
3) Modal
Modal adalah menggabarkan bagian pemilik perusahaan atau kekayaan perusahaan,yang diukur dengan menghitung selisih antara aktiva dengan hutang.
2.3.2 Laporan Laba Rugi
Menurut Zaki Baridwan (2000:30) laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha unuk periode tertentu.
Menurut Sofyan S.Harahap (2006:73), Laba rugi menggambarkan hasil yang diperoleh atau diterima oleh perusahan selama satu periode tertentu, serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut. Hasil dikurangi biaya-biaya merupakan laba atau rugi. Kalau hasil lebih besar dari biaya berarti laba,sebaliknya, kalau hasil lebih kecil dari biaya-biaya, berarti rugi.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim (2002:56) Laporan Laba Rugi adalah lebih meringkaskan hasil dari kegiatan perusahaan selama periode akuntansi tertentu
Masing-masing elemen dalam laporan laba rugi antara lain sebagai berikut
• Pendapatan
Adalah peningkatan jumlah aktiva atau pun penurunan kewajiban suatu perusahaan yang timbul dari penjualan/penyerahan barang/jasa atau kegiatan usaha lainnya di dalam suatu periode
• Biaya
Adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh hasil
• Laba
Adalah selisih lebih besar pendapatan dari pada biaya
• Rugi
Adalah selisih lebih besar biaya dari pada pendapatan.
2.4 Pengertian Analisa Keuangan
Menurut Amin Widjaja Tunggal (2000:22) analisa laporan keuangan adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memebuat suatu keputusan antara lain mengenai rencana-rencana perluasan perusahaan, penanaman modal (investasi), pencarian sumber-sumber dana operasi perusahaan, dan lain-lain.
Menurut Martin (2002:481) Analisis keuangan adalah usaha untuk menemukan kelemahan kinerja keuangan yang dapat menimbulkan masalah dimasa yang akan datang dan untuk menentukan kekuatan kinerja keuangan yang dapat diandalkan. Peralatan analisis yang digunakan untuk menemukan kelemahan dan kekuatan tersebut adalah laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, aliran kas serta laporan sumber dan penggunaan dana.
2.5 Tujuan Analisa Laporan Keuangan
Agar hasil suatu analisis dan interpretasi laporan kuanagan dapat mencapai sasaranya seperti apa yang dikehendaki, sebelum diadakan suatu analisis, terlebih dahulu harus ditentukan secara jeles tujuan apa yang hendak dicapai atas analisa atau intepretasi laporan keuangan tersebut. Dengan adanya tujuan tersebut maka analisa atau interpetasi akan diarahkan ke arah tujuan yang diinginkan.
Menurut Amin Widjaja Tunggal (2000:22) tujuan analisa atau interpretasi laporan keuangan adalah untuk menilai performa perusahaan.
Menurut Sofyan S. Harahap (2006:18) salah satu tugas penting setelah akhir tahun adalah menganalisa laporan keuangan perusahan. Analisa ini didasarkan pada laporan keuangan yang sudah disusun. Tujuan analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Screening
Analisa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari laporan keuangan taanpa pergi langsung ke lapangan.
2. Understanding
Memahami perusahan, kondisi keuangan dan hasil usahanya
3. Forecasting
Analisa dilakukan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan dimas yang akan dating
4. Diagnosis
Analisa dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi, baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau masalah-masalah lain dalam perusahaan.
5. Evaluation
Analisa dilakukan utnuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan
Di samping tujuan tersebut di atas, analisa laporan keuangan juga dapat digunakan untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan.
2.6 Pengertian Analisis Laporan Keuangan Sistem Dupont
Menurut Bambang Riyanto (2000:92) sistem dupont adalah suatu sistem analisa yang dimaksudkan untuk menunukkan hubungan antara return on investment, asset turn over, dan net profit margin. Menurut A. J. Keown, dkk (2004:102) analisa du pont adalh system rasio keuangan yang dirancang untuk menyelidiki determninan rasio pengembalian ekuitas pemegang saham dan pengembalian aktiva.
Di bawah ini adalah keterangan dari masing-masing rumus dupont yaitu
a. Total Biaya
Adalah semua biaya yang dikenakan dan dikurangkan pada penghasilan.
Total Biaya = HPP + Beban Langsung + Beban Usaha + Beban Bunga + Pajak Penghasilan yang dikeluarkan.
b. Laba Bersih
Adalah pendapatan operasional bersih yang diterima perusahaan.
Laba Bersih = Penjualan – Total Biaya
c. Net Profit Margin
Adalah angka yang menunjukkan seberapa besar laba setelah pajak yang diperoleh dari setiap penjualan.
Net Profit Margin = Laba Bersih/Penjualan
d. Total Aset
Adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan.
Total Aset = Kas dan Surat Berharga + Piutang + Persediaan + Aktiva Lancar Lain + Aktiva Tidak Lancar
e. Total Asset Turn Over
Adalah arsip yang menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan.
Total Aset Turn Over = Penjualan/Total Aset
f. Return on Investment (ROI)
Adalah ratio keuntungan setelah pajak dengan jumlah investasi.
ROI = Net Profit Margin * Total Asset Turn Over
2.7 Kajian Penelitian sejenis
Dalam kajian penelitian sejenis ini penulis berpedoman pada penulisan ilmiah yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya yang sudah tersedia di perpustakaan Universitas Gunadarma. Penulis ilmiah tersebut penulis jadikan pedoman karena menurut penulis ada kesamaan tema dengan apa yang penulis ingin buat.
Judul penulisan tersebut antara lain
Nama : Lilis Agustina Wijaya
Jurusan : Akuntansi
Judul : Interpretasi Laporan Keuangan PT Sepatu Bata Tbk Sebagai Penunjang Pengambilan Keputusan Pihak eksternal. Untuk Periode 2003-2005.
Kesimpulan :
Penulis menggunakan metode penganalisaan dengan sistem dupont untuk mendapatkan hasil yang lebih komunikatif dalam mendukung keputusan pihak eksternal apakah mereka dapat terus menanamkan investasi atau harus membatalkan keputusan berinvestasi, dengan meningkatkan return on investment perusahaan mengalami penurunan sebesar 4% sedangkan untuk tahun 2005 bila dibandingkan tahun 2004 return on investment mengalami penurunan sebesar 34% penyebabnya karena meningkatnya biaya-biaya pengeluaran yang harus dikeluarkan perusahaan. Dengan hasil analisa tersebut maka dapat disimpulkan keputusan yang terbaik bagi pihak eksternal adalah membatalkan atau menunda menanamkan investasinya pada perusahaan tersebut sampai return on investment pada perusahaan tersebut mengalami peningkatan.
BAB III
GAMBARAN UMUM
3.1 Objek Penulisan
PT Gudang Garam Tbk (“Perseroan”), yang semula bernama PT Perusahaan Rokok Tjap “Gudang Garam” Kediri (PT Gudang Garam), didirikan denagn akte Suroso, SH wakil notaries sementara di Kediri, tanggal 30 Juni 1971 No. 10, diubah dengan akte notaris yang sama tanggal 13 Oktober 1971 No.13 ; akte-akte ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan No. J.A.5/197/7 tanggal 17 Nopember 1971, didaftarkan di Pengadilan Negeri Kediri dengan No.31/1971 dan No.32/1971 tanggal 26 Nopember 1971, dan diumumkan dalam Tambahan No.586 pada Berita Negara No.104 tanggal 28 Desember 1971. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan dengan akte notaries Dyah Ambarawaty Setyoso, SH tanggal 18 Desember 2008 No.27 untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No.40/2007 tentang Perseroan Terbatas.
Perseroan ini bergerak di bidang industri rokok dan yang terkait dengan industry rokok. Perseroan merupakan kelajutan dari perusahaan Perorangan yang didirikan tahun 1958. Pada tahun 1969 berubah status menjadi Firma dan pada tahun 1971 menjadi Perseroan Terbatas. Operasi komersial dimulai tahun 1958.
Dengan surat PT Bursa Efek Surabaya No.372/D-129/BES/VIII/90 tanggal 21 Agustus 1990 telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa Eek Surabaya (“BES”) sebanyak 96.204.400 saham Perseroan sejak 27 Agustus 1990. Dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No.S-204/BEJ/VI/92 tanggal 24 Juni 1992, telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa EFek Jakarta (“BEJ”). Terhitung sejak tanggal 30 Nopember 2007. BES telah efektif digabung ke dalam BEJ dan selanjutnya BEJ berubah nama menjadi PT Bursa Efek Indonesia.
Perseroan berdomisili di Indonesia dengan Kantor Pusat di Jl. SEmampir II/1, Kediri, Jawa Timur, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Kediri dan Gempol. Perusahaan juga memiliki kantor-kantor Perwakilan Jakarta di Jl. Jenderal A.Yani 79, Jakarta dan Kantor Perwakilan Surabaya di Jl. Pengenal 7-15, Surabaya, Jawa Timur.
Perseroan memiliki kepemilikan secara langsung pada anak-anak perusahaan sebagai berikut :
1. PT Surya Pemenang yang berdomisili di Indonesia dengan kantor pusat dan pabrik yang berlokasi di Jl. Raya Kediri Kertosono KM.7, desa Ngebrak, Kediri, Jawa Timur. Dengan kegiatan utama Industri kertas.
2. PT Surya Madistrindo yang berdomisili di Indonesia denagn kantor di Jl. Raya Tajur No.43, Bogor. Dengan kegiatan utama Perdagangan.
3. PT Graha Surya Media yang berdomisili di Indonesia dengan kantor di Jl. Semampir II/I, Kediri. Dengan kegiatan utama Jasa hiburan.
3.2 Struktur Organisasi
Setiap perusahaan diperlukan struktur organisasi yang sangat tepat. Dalam keadaan demikian dibutuhkan gambaran struktur organisasi yang tepat dan penempatan posisi yang pantas diisikan oleh orang-orang yang layak. Diperlukan adanya kerja sama antara satu dengan yang lainnyauntuk mencapai apa yang menjadi tujuan perusahaan. Salah satu mempelajari struktur organisasi adalah untuk mengetahui pembahasan tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi tersebut.
Susunan Pengurus perseroan akhir tahun 2008 adalah sebagai berikut :
Presiden Komisaris : Rachman Halim
Komisaris-komisaris : Frank Willem van Gelder
Yudiono Muktiwidjojo
Hadi Soetirto
Juni Setiawati Wonowidjojo
Presiden Direktur : Djajusman Surjowijono
Wakil Presiden Direktur : Susilo Wonowidjojo
Direktur-direktur : Heru Budiman
Edijanto
Buntoro Turutan
Fajar Sumeru
Herry Susianto
Buana Susilo
a. Komisaris Utama
Adapun tugas dan wewenang komisaris utama sebagai berikut
1) Melakukan pengawasan atas kebijaksanaan direksi dalam menjalankan perusahaan.
2) Berhak memeriksa semua pembukuan serta berhak untuk mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh direksi.
3) Komisaris utama setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara seseorang atau lebih anggota direksi, apabila anggota direksi tersebut bertindak bertentangan dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Komisaris
Adapun tugas dan wewenang komisaris sebagai berikut
1) Melakukan serta memberikan pengawasan langsung terhadap bagian umum keuangan serta direksi-direksi lainnya.
2) Komisaris juga berhak memberhentikan para direksi yang bertentangan dengan perundang-undangan, tetapi harus merapatkan terlebih dahulu kepada komisaris utama.
c. Direktur Utama
Adapun tugas dan wewenang direktur utama sebagai berikut
• Berhak dan berwewenang bertindak untuk dan atas nama direksi serta mewakilkan perusahaan.
• Mengawasi jalannya usaha secara langsung serta mengatur dan mengkoordinasi keuangan dan investasi.
d. Direktur
Adapun tugas dan wewenang direktur sebagai berikut
• Berhak menjalankan lansung tugas yang diberikan kepada direktur utama serta dapat bekerja sama dengan beberapa direksi bila lebih dari satu.
• Memberikan hasil pekerjaan kepada direktur utama untuk direvaluasi bersama.
• Menjalankan tugas langsung ke lapangan dengan mengkoordinasi bagian umum serta pengelolaan yang sesuai dengan tugas yang ada pada perseroan tersebut serta dapat bekerja sama dengan beberapa direksi.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan besar maupun kecil dalam segala aktifitasnya diarahkan bertujuan agar kelangsungan hidup perusahaan tersebut dapat selalu berkembang, salah satu tujuannya adalah perusahaan memperoleh laba yang maksimal. Dengan laba yang diperoleh, pertumbuhan perusahaan maupun kesejahteraan para tenaga kerjanya dapat terciptakan. Untuk menilai atau melihat keadaan keuangan suatu perusahaan, maka dibutuhkan informasi yang tepat guna dan akurat. Informasi tersebut diantaranya laporan keuangan.
Laporan keuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan, dan merupakan informasi yang sangat penting dan dibutuhkan oleh internal maupun pihak eksternal yang berkepentingan guna mengetahui perkembangan dan kondisi perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Neraca mencerminkan keadaan kekayaan dan kewajiban perusahaan yang keduanya harus seimbang. Laporan laba rugi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan pada suatu periode akuntansi, yang dicerminkan dalam keadaan rugi atau laba. Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang berisi tentang perubahan modal suatu perusahaan pada periode akuntansi. Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi aliran kas yang keluar dan yang masuk dalam suatu kegiatan perusahaan.
Dalam upaya mendapatkan dasar yang kuat dalam pembuatan keputusan yang rasional maka pihak internal maupun pihak eksternal seharusnya terlebih dahulu melakukan interpretasi terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan perusahaan tersebut. Dengan mengadakan interpretasi laporan keuangan perusahaan, pihak internal seperti manajer dapat mengetahui hasil-hasil keuangan yang telah dicapai di waktu-waktu yang lalu dan waktu yang sedang berjalan dan dapat mengetahui kinerja keuangan perusahaan selama ini, sedangkan bagi pihak eksternal seperti kreditor dapat mengetahui apakah kredit yang akan diberikan kepada suatu perusahaan akan mendapat jaminan dari aktiva, terutama aktiva tetap dari perusahaan yang bersangkutan dan untuk mengetahui kemampuan perusahaan tersebut dalam membayar hutang lancarnya dengan dana yang berasal dari aktiva lancarnya dan para investor untuk membantu dalam pengambilan keputusan investasi, apakah mereka akan meneruskan menginvestasikan saham mereka atau berhenti menjadi investor di perusahaan tersebut.
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dilihat betapa pentingnya interpretasi laporan keuangan bagi pihak internal maupun pihak eksternal. Dalam penulisan ilmiah ini penulisan mengambil judul “ Interpretasi Laporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Go Public pada PT Gudang Garam Tbk ”
1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang dikemukakan penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah
1. Berapakah total biaya, laba bersih, net profit margin, total asset, total asset turn over dan return investment pada PT Gudang Garam sebelum dan sesudah go public ?
2. Berapakah kenaikan dan penurunan return on investment yang diterima investor atas investasi yang ditanamkan dalam PT Gudang Garam sebelum dan sesudah go public ?
3. Apakah pihak eksternal akan meneruskan menjadi investor setelah perusahaan tersebut go public ?
Dalam penulisan ilmiah ini penulis hanya membatasi masalah tentang return on investment yang diterima para investor dalam menanamkan sahamnya dan untuk pengambilan keputusan periode 2006-2008.
1.3 Tujuan Metode Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah, tujuan penelitian ini :
1. Untuk mengetahui total biaya, laba setelah pajak, net profit margin, total asset, total asset turn over dan return on investment pada PT Gudang Garam sebelum dan sesudah go public.
2. Untuk mengetahui kenaikan atau penurunan return on investment yang diterima pihak investor atas investasi yang ditanamkan dalam PT Gudang Garam sebelum dan sesudah go public.
3. Untuk mengetahui hasil keputusan investor yaitu apakah akan melanjutkan investasinya pada perusahaan tersebut atau tidak.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat akademis
Yaitu dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang return on investment yang diterima investor atas investasi yang ditanamkan pada perusahaan sebelum dan sesudah go public dan dapat pengetahuan tentag faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan dan penurunan return on investment yang dihasilkan oleh perusahaan.
2. Manfaat praktis
Dapat bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan sebagai salah satu alat untuk menilai kinerja keuangan perusahaan sedangkan pihak eksternal pada pihak investor sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam menanamkan modalnya.
1.5 Metodologi Penelitian
Dalam upaya memperoleh data dalam penyusunan ilmiah ini, penulis mengadakan metode penelitian yang lazim digunakan.
1.5.1 Objek Penelitian
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis mengambil objek penelitian pada PT Gudang Garam yang berlokasi Perseroan berdomisili di Indonesia dengan Kantor Pusat di Jl. SEmampir II/1, Kediri, Jawa Timur, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Kediri dan Gempol. Perusahaan juga memiliki kantor-kantor Perwakilan Jakarta di Jl. Jenderal A.Yani 79, Jakarta dan Kantor Perwakilan Surabaya di Jl. Pengenal 7-15, Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan bergerak di bidang bergerak di bidang industri rokok dan yang terkait dengan industri rokok.
1.5.2 Data / Varians
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa neraca dan laporan rugi laba PT Gudang Garam sebelum go public tahun 2007-2006 dan sesudah go public tahun 2008-2007
1.5.3 Metode Pengumpulan Data
Melalui kunjungan langsung ke BEI (Bursa Efek Indonesia) penulis memperoleh data perusahaan yang digunakan dalam pembahasan penulisan ilmiah.
1.5.4 Alat Analisis
Alat analisis yang digunakan penulis berupa total biaya, laba bersih, net profit margin, total asset, total asset turn over dan return on investment dengan menggunakan metode system dupont. Rumusnya sebagai berikut
a. Total Biaya = HPP + Beban Langsung + Beban Usaha+
Beban Bunga + Pajak Penghasilan yang digunakan
b. Laba Bersih = Penjualan – Total Biaya
c. Net Profit Margin = Laba Bersih / Penjualan
d. Total Asset = Kas dan Surat Berharga + Piutang +
Persediaan + Aktiva Lancar Lain + Aktiva Tidak Lancar
e. Total Asset Turn Over = Penjualan / Total Asset
f. Return on Investment = Net Profit Margin * Total Asset Turn
Over
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Laporan Keuangan
Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan dan kondisi keuangan suatu perusahaan perlu mengadakan interpretasi terhadap data keuangan dari perusahaan yang bersangkutan dan data keuangan itu tercermin di dalam laporan keuangannya. Adapun pengertian laporan keuangan yang dikemukakan oleh para ahli mengenai arti dari laporan keuangan adalah
Menurut Zaki Baridwan (2004:17) laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi- transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim (2002:63) laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Menurut Sofyan S. Harahap (2006:105) laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Laporan Keuangan adalah :
1. Merupakan produk akuntansi yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan-keputusan ekonomi bagi pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.
2. Merupakan potret perusahaan, yaitu dapat menggambarkan kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan, apakah dalam kondisi yang baik atau tidak.
3. Merupakan rangkaian aktivitas ekonomi perusahaan yang diklasifikasikan, pada periode tertentu.
4. Merupakan ringkasan dari suatu proses transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama periode yang bersangkutan.
2.2 Pihak-Pihak yang Berkepentingan dengan Laporan Keuangan
Dalam bukunya, Amin Widjaja Tunggal (2000:7) menyebutkan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun perkembangan suatu perusahaan antara lain
2.2.1 Pemilik Perusahaan
Pemilik perusahaan sangat berkepentingan atas laporan keuangan perusahaannya terutama untuk perusahaan yang pimpinannya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan, karena dalam laporan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manajemen dalam memimpin perusahaannya.
2.2.2 Manajer atau Pimpinan Perusahaan
Manajer atau pimpinan perusahaan memerlukan informasi mengenai posisi keuangan perusahaannya periode yang lalu. Informasi ini diperlukan untuk menyusun rencana memperbaiki system pengendaliannya dan menentukan kebijakan yang lebih tepat untuk periode yang akan datang. Tetapi yang terpenting bagi manajemen adalah laporan keuangan keuangan tersebut merupakan alat untuk mempertanggung jawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.
2.2.3 Investor Serta Kreditor
Investor serta kreditor sangat berkepentingan atas laporan keuangan perusahaan, karena mereka ini menanamkan modalnya dalam perusahaan. Mereka ini berkepentingan terhadap prospek keuntungan pada masa yang mendatang dan perkembangan perusahaan selanjutnya, untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk mengetahui kondisi kerja atau kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut. Dari hasil analisa laporan tersebut para investor serta kreditor akan dapat menentukan langkah-langkah yang harus ditempuhnya.
2.3 Macam-Macam Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dibahas oleh penulis yaitu neraca, laporan laba rugi. Dalam bagian ini akan diuraikan isi dan susunan masing-masing laporan keuangan yang dihasilkan setiap periode.
2.3.1 Laporan Neraca
Menurut Zaki Baridwan (2004:17) Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal terentu.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim (2002:63) Neraca adalah laporan yang meringkas posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca menampilkan sumber daya ekonomis (asset), kewajiban ekonomis (hutang), modal saham, dan hubungan antar item tersebut.
Menurut Sofyan S. Harahap (2006:107) Laporan Neraca yang disebut juga dengan laporan posisi keuangan perusahaan, adalah laporan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban dan modal pada saat tertentu.
Masing-masing elemen dalam neraca antara lain
a. Aktiva
Dalam pengertian aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi juga termasuk pengeluaran yang belum dialokasikan atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan dating, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya. Aktiva terdiri dari :
1) Aktiva Lancar
Adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau diuraikan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumsi dalam periode berikutnya ( paling lama 1 tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal) seperti : kas, surat-surat berharga, piutang dagang, piutang wesel, penghasilan yang masih harus diterima, persediaan barang dan sebagainya.
2) Aktiva Tidak Lancar ( Tetap)
Adalah aktiva yang mempunyai masa penggunaan yang relatif panjang, dalam arti tidak akan habis dipakai dalam satu siklus operasi perusahaan atau satu tahun dan tidak dapat dengan segera dijadikan kas. Aktiva tak lancar ada yang berbentuk aktiva berwujud seperti : tanah, gedung, alat-alat perlengkapan atau dapat juga berbentuk aktiva tak berwujud seperti : hak patent, hak merek, goodwill dan sebagainya.
b. Hutang
Hutang adalah semua kewajiban perusahaan pada pihak ketuga yang belum dipenuhi, hutang merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditur. Pada umumnya hutang dibedakan atas dua golongan yaitu
1) Hutang Lancar
Hutang lancar mencangkup semua hutang dan kewajiban yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun seperti : hutang dagang, hutang wesel, biaya yang masih harus dibayar, penerimaan di muka.
2) Hutang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun sejak tanggal penyusunan neraca seperti : hutang hipotek dan hutang obligasi
3) Modal
Modal adalah menggabarkan bagian pemilik perusahaan atau kekayaan perusahaan,yang diukur dengan menghitung selisih antara aktiva dengan hutang.
2.3.2 Laporan Laba Rugi
Menurut Zaki Baridwan (2000:30) laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha unuk periode tertentu.
Menurut Sofyan S.Harahap (2006:73), Laba rugi menggambarkan hasil yang diperoleh atau diterima oleh perusahan selama satu periode tertentu, serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut. Hasil dikurangi biaya-biaya merupakan laba atau rugi. Kalau hasil lebih besar dari biaya berarti laba,sebaliknya, kalau hasil lebih kecil dari biaya-biaya, berarti rugi.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim (2002:56) Laporan Laba Rugi adalah lebih meringkaskan hasil dari kegiatan perusahaan selama periode akuntansi tertentu
Masing-masing elemen dalam laporan laba rugi antara lain sebagai berikut
• Pendapatan
Adalah peningkatan jumlah aktiva atau pun penurunan kewajiban suatu perusahaan yang timbul dari penjualan/penyerahan barang/jasa atau kegiatan usaha lainnya di dalam suatu periode
• Biaya
Adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh hasil
• Laba
Adalah selisih lebih besar pendapatan dari pada biaya
• Rugi
Adalah selisih lebih besar biaya dari pada pendapatan.
2.4 Pengertian Analisa Keuangan
Menurut Amin Widjaja Tunggal (2000:22) analisa laporan keuangan adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memebuat suatu keputusan antara lain mengenai rencana-rencana perluasan perusahaan, penanaman modal (investasi), pencarian sumber-sumber dana operasi perusahaan, dan lain-lain.
Menurut Martin (2002:481) Analisis keuangan adalah usaha untuk menemukan kelemahan kinerja keuangan yang dapat menimbulkan masalah dimasa yang akan datang dan untuk menentukan kekuatan kinerja keuangan yang dapat diandalkan. Peralatan analisis yang digunakan untuk menemukan kelemahan dan kekuatan tersebut adalah laporan keuangan yang mencakup neraca, laporan laba rugi, aliran kas serta laporan sumber dan penggunaan dana.
2.5 Tujuan Analisa Laporan Keuangan
Agar hasil suatu analisis dan interpretasi laporan kuanagan dapat mencapai sasaranya seperti apa yang dikehendaki, sebelum diadakan suatu analisis, terlebih dahulu harus ditentukan secara jeles tujuan apa yang hendak dicapai atas analisa atau intepretasi laporan keuangan tersebut. Dengan adanya tujuan tersebut maka analisa atau interpetasi akan diarahkan ke arah tujuan yang diinginkan.
Menurut Amin Widjaja Tunggal (2000:22) tujuan analisa atau interpretasi laporan keuangan adalah untuk menilai performa perusahaan.
Menurut Sofyan S. Harahap (2006:18) salah satu tugas penting setelah akhir tahun adalah menganalisa laporan keuangan perusahan. Analisa ini didasarkan pada laporan keuangan yang sudah disusun. Tujuan analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Screening
Analisa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari laporan keuangan taanpa pergi langsung ke lapangan.
2. Understanding
Memahami perusahan, kondisi keuangan dan hasil usahanya
3. Forecasting
Analisa dilakukan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan dimas yang akan dating
4. Diagnosis
Analisa dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi, baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau masalah-masalah lain dalam perusahaan.
5. Evaluation
Analisa dilakukan utnuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan
Di samping tujuan tersebut di atas, analisa laporan keuangan juga dapat digunakan untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan.
2.6 Pengertian Analisis Laporan Keuangan Sistem Dupont
Menurut Bambang Riyanto (2000:92) sistem dupont adalah suatu sistem analisa yang dimaksudkan untuk menunukkan hubungan antara return on investment, asset turn over, dan net profit margin. Menurut A. J. Keown, dkk (2004:102) analisa du pont adalh system rasio keuangan yang dirancang untuk menyelidiki determninan rasio pengembalian ekuitas pemegang saham dan pengembalian aktiva.
Di bawah ini adalah keterangan dari masing-masing rumus dupont yaitu
a. Total Biaya
Adalah semua biaya yang dikenakan dan dikurangkan pada penghasilan.
Total Biaya = HPP + Beban Langsung + Beban Usaha + Beban Bunga + Pajak Penghasilan yang dikeluarkan.
b. Laba Bersih
Adalah pendapatan operasional bersih yang diterima perusahaan.
Laba Bersih = Penjualan – Total Biaya
c. Net Profit Margin
Adalah angka yang menunjukkan seberapa besar laba setelah pajak yang diperoleh dari setiap penjualan.
Net Profit Margin = Laba Bersih/Penjualan
d. Total Aset
Adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan.
Total Aset = Kas dan Surat Berharga + Piutang + Persediaan + Aktiva Lancar Lain + Aktiva Tidak Lancar
e. Total Asset Turn Over
Adalah arsip yang menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan.
Total Aset Turn Over = Penjualan/Total Aset
f. Return on Investment (ROI)
Adalah ratio keuntungan setelah pajak dengan jumlah investasi.
ROI = Net Profit Margin * Total Asset Turn Over
2.7 Kajian Penelitian sejenis
Dalam kajian penelitian sejenis ini penulis berpedoman pada penulisan ilmiah yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya yang sudah tersedia di perpustakaan Universitas Gunadarma. Penulis ilmiah tersebut penulis jadikan pedoman karena menurut penulis ada kesamaan tema dengan apa yang penulis ingin buat.
Judul penulisan tersebut antara lain
Nama : Lilis Agustina Wijaya
Jurusan : Akuntansi
Judul : Interpretasi Laporan Keuangan PT Sepatu Bata Tbk Sebagai Penunjang Pengambilan Keputusan Pihak eksternal. Untuk Periode 2003-2005.
Kesimpulan :
Penulis menggunakan metode penganalisaan dengan sistem dupont untuk mendapatkan hasil yang lebih komunikatif dalam mendukung keputusan pihak eksternal apakah mereka dapat terus menanamkan investasi atau harus membatalkan keputusan berinvestasi, dengan meningkatkan return on investment perusahaan mengalami penurunan sebesar 4% sedangkan untuk tahun 2005 bila dibandingkan tahun 2004 return on investment mengalami penurunan sebesar 34% penyebabnya karena meningkatnya biaya-biaya pengeluaran yang harus dikeluarkan perusahaan. Dengan hasil analisa tersebut maka dapat disimpulkan keputusan yang terbaik bagi pihak eksternal adalah membatalkan atau menunda menanamkan investasinya pada perusahaan tersebut sampai return on investment pada perusahaan tersebut mengalami peningkatan.
BAB III
GAMBARAN UMUM
3.1 Objek Penulisan
PT Gudang Garam Tbk (“Perseroan”), yang semula bernama PT Perusahaan Rokok Tjap “Gudang Garam” Kediri (PT Gudang Garam), didirikan denagn akte Suroso, SH wakil notaries sementara di Kediri, tanggal 30 Juni 1971 No. 10, diubah dengan akte notaris yang sama tanggal 13 Oktober 1971 No.13 ; akte-akte ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan No. J.A.5/197/7 tanggal 17 Nopember 1971, didaftarkan di Pengadilan Negeri Kediri dengan No.31/1971 dan No.32/1971 tanggal 26 Nopember 1971, dan diumumkan dalam Tambahan No.586 pada Berita Negara No.104 tanggal 28 Desember 1971. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan dengan akte notaries Dyah Ambarawaty Setyoso, SH tanggal 18 Desember 2008 No.27 untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No.40/2007 tentang Perseroan Terbatas.
Perseroan ini bergerak di bidang industri rokok dan yang terkait dengan industry rokok. Perseroan merupakan kelajutan dari perusahaan Perorangan yang didirikan tahun 1958. Pada tahun 1969 berubah status menjadi Firma dan pada tahun 1971 menjadi Perseroan Terbatas. Operasi komersial dimulai tahun 1958.
Dengan surat PT Bursa Efek Surabaya No.372/D-129/BES/VIII/90 tanggal 21 Agustus 1990 telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa Eek Surabaya (“BES”) sebanyak 96.204.400 saham Perseroan sejak 27 Agustus 1990. Dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No.S-204/BEJ/VI/92 tanggal 24 Juni 1992, telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa EFek Jakarta (“BEJ”). Terhitung sejak tanggal 30 Nopember 2007. BES telah efektif digabung ke dalam BEJ dan selanjutnya BEJ berubah nama menjadi PT Bursa Efek Indonesia.
Perseroan berdomisili di Indonesia dengan Kantor Pusat di Jl. SEmampir II/1, Kediri, Jawa Timur, serta memiliki pabrik yang berlokasi di Kediri dan Gempol. Perusahaan juga memiliki kantor-kantor Perwakilan Jakarta di Jl. Jenderal A.Yani 79, Jakarta dan Kantor Perwakilan Surabaya di Jl. Pengenal 7-15, Surabaya, Jawa Timur.
Perseroan memiliki kepemilikan secara langsung pada anak-anak perusahaan sebagai berikut :
1. PT Surya Pemenang yang berdomisili di Indonesia dengan kantor pusat dan pabrik yang berlokasi di Jl. Raya Kediri Kertosono KM.7, desa Ngebrak, Kediri, Jawa Timur. Dengan kegiatan utama Industri kertas.
2. PT Surya Madistrindo yang berdomisili di Indonesia denagn kantor di Jl. Raya Tajur No.43, Bogor. Dengan kegiatan utama Perdagangan.
3. PT Graha Surya Media yang berdomisili di Indonesia dengan kantor di Jl. Semampir II/I, Kediri. Dengan kegiatan utama Jasa hiburan.
3.2 Struktur Organisasi
Setiap perusahaan diperlukan struktur organisasi yang sangat tepat. Dalam keadaan demikian dibutuhkan gambaran struktur organisasi yang tepat dan penempatan posisi yang pantas diisikan oleh orang-orang yang layak. Diperlukan adanya kerja sama antara satu dengan yang lainnyauntuk mencapai apa yang menjadi tujuan perusahaan. Salah satu mempelajari struktur organisasi adalah untuk mengetahui pembahasan tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi tersebut.
Susunan Pengurus perseroan akhir tahun 2008 adalah sebagai berikut :
Presiden Komisaris : Rachman Halim
Komisaris-komisaris : Frank Willem van Gelder
Yudiono Muktiwidjojo
Hadi Soetirto
Juni Setiawati Wonowidjojo
Presiden Direktur : Djajusman Surjowijono
Wakil Presiden Direktur : Susilo Wonowidjojo
Direktur-direktur : Heru Budiman
Edijanto
Buntoro Turutan
Fajar Sumeru
Herry Susianto
Buana Susilo
a. Komisaris Utama
Adapun tugas dan wewenang komisaris utama sebagai berikut
1) Melakukan pengawasan atas kebijaksanaan direksi dalam menjalankan perusahaan.
2) Berhak memeriksa semua pembukuan serta berhak untuk mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh direksi.
3) Komisaris utama setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara seseorang atau lebih anggota direksi, apabila anggota direksi tersebut bertindak bertentangan dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Komisaris
Adapun tugas dan wewenang komisaris sebagai berikut
1) Melakukan serta memberikan pengawasan langsung terhadap bagian umum keuangan serta direksi-direksi lainnya.
2) Komisaris juga berhak memberhentikan para direksi yang bertentangan dengan perundang-undangan, tetapi harus merapatkan terlebih dahulu kepada komisaris utama.
c. Direktur Utama
Adapun tugas dan wewenang direktur utama sebagai berikut
• Berhak dan berwewenang bertindak untuk dan atas nama direksi serta mewakilkan perusahaan.
• Mengawasi jalannya usaha secara langsung serta mengatur dan mengkoordinasi keuangan dan investasi.
d. Direktur
Adapun tugas dan wewenang direktur sebagai berikut
• Berhak menjalankan lansung tugas yang diberikan kepada direktur utama serta dapat bekerja sama dengan beberapa direksi bila lebih dari satu.
• Memberikan hasil pekerjaan kepada direktur utama untuk direvaluasi bersama.
• Menjalankan tugas langsung ke lapangan dengan mengkoordinasi bagian umum serta pengelolaan yang sesuai dengan tugas yang ada pada perseroan tersebut serta dapat bekerja sama dengan beberapa direksi.
Tuesday, March 30, 2010
Hasil Penelitian Berdasarkan Metode Deskriptif
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.
Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset asset P 1,500,001-P 15,000,000; dan pengusaha menengah mempuyai
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian
Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.
Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.
Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian
Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.
Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm
Hasil Penelitian Berdasarkan Metode Deskriptif
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.
Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset asset P 1,500,001-P 15,000,000; dan pengusaha menengah mempuyai
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian
Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.
Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.
Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian
Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.
Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm
Hasil Penelitian Berdasarkan Metode Deskriptif
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.
Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset asset P 1,500,001-P 15,000,000; dan pengusaha menengah mempuyai
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian
Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.
Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.
Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian
Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.
Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm
Thursday, February 25, 2010
Riset Akuntansi
Riset ilmiah adalah suatu pekerjaan yang sebelumnya melalui proses pengajaran dengan adanya ide dan akan diproses melalui riset untuk mencari solusi yang dicari dari ide tersebut dalam prakteknya.
Lebih jelasnya di:
http://www.docstoc.com/docs/22736753/Pengertian-Teori-Akuntansi
Contoh Riset Ilmiah
Gejolak krisis keuangan global telah mengubah tatanan perekonomian dunia. Krisis global yang berawal di Amerika Serikat pada tahun 2007, semakin dirasakan dampaknya ke seluruh dunia, termasuk negara berkembang pada tahun 2008. Sejumlah kebijakan yang sangat agresif di tingkat global telah dilakukan untuk memulihkan perekonomian. Di Amerika Serikat, sebagai episentrum krisis, kebijakan pemerintah baru yang menempuh langkah serius untuk mengatasi krisis, menjadi faktor positif yang dapat mengurangi pesimisme akan resesi yang berkepanjangan dan risiko terjadinya depresi. Sementara itu,kemauan negara-negara industri maju lainnya untuk berkoordinasi dalam kebijakan pemulihan ekonomi juga diharapkan dapat meningkatkan keyakinan pelaku pasar. Namun, proses berbagai lembaga keuangan memperbaiki struktur neracanya (deleveraging) yang diperkirakan masih terus berlangsung, serta dampak umpan balik dari sektor riil ke sektor keuangan, menyebabkan risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi.
Di Indonesia, imbas krisis mulai terasa terutama menjelang akhir 2008. Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6% sampai dengan triwulan III-2008, perekonomian Indonesia mulai mendapat tekanan berat pada triwulan IV-2008. Hal itu tercermin pada perlambatan ekonomi secara signifikan terutama karena anjloknya kinerja ekspor. Di sisi eksternal, neraca pembayaran Indonesia mengalami peningkatan defisit dan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan. Di pasar keuangan, selisih risiko (risk spread) dari surat-surat berharga Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang mendorong arus modal keluar dari investasi asing di bursa saham, Surat Utang Negara (SUN), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Secara relatif, posisi Indonesia sendiri secara umum bukanlah yang terburuk di antara negara-negara lain. Perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh sebesar 6,1% pada 2008. Sementara kondisi fundamental dari sektor eksternal, fiskal dan industri perbankan juga cukup kuat untuk menahan terpaan krisis global (Tabel 1). Meski demikian, dalam perjalanan waktu ke depan, dampak krisis terhadap perekonomian Indonesia akan semakin terasa.
Semakin terintegrasinya perekonomian global dan semakin dalamnya krisis menyebabkan perekonomian di seluruh negara akan mengalami perlambatan pada tahun 2009. Indonesia tak terkecuali. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2009 akan tumbuh melemah menjadi sekitar 4,0%, dengan risiko ke bawah terutama apabila pelemahan ekonomi global lebih besar dari yang diperkirakan. Penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut bukan sesuatu yang buruk apabila dibandingkan dengan banyak negara-negara lain yang diperkirakan tumbuh negatif. Oleh karenanya, upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mencegah dampak krisis ini meluas lebih dalam, melalui kebijakan di bidang fiskal, moneter, dan sektor riil, menjadi penting untuk dilakukan di tahun 2009.
Selanjutnya : 003_bab_I.zip.pdf di http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Tahunan/Laporan+Perekonomian+Indonesia/lpi_2008.htm
Komentar : Pada tahun 2009 lalu Indonesia cukup berhasil mengatasi krisis global. Terbukti dengan berhasilnya naiknya kembali nilai mata uang rupiah. Yang sebelumnya berkisar antara Rp.12.000 per U$ sekarang sudah berada dikisaran Rp. 10.000.
Kritik : Negara khususnya pemerintah jangan hanya memikirkan keadaan negaranya saja. Akan tetapi harus memikirkan keadan rakyat. Bagaimana pun keberhasilan atau kemajuan negara itu tergantung pada kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia pada umumya. Jangan hanya memikirkan pandangan negara Indonesia oleh negara lain, tetapi harus melihat dari sisi dalamnya juga yakni keadaan masyarakatnya.
Saran : Dengan terjadinya krisis global pemerintah harusnya mensiasati cara bagaimana menaggulangi krisis di dalam negeri taerlebih dahulu. Harga bahan pokok sehari-hari mahal itu membuat masyarakat Indonesia ”tersiksa” . hal lain yanga terjadi adalah produk impor khususnya produk Cina. Harganya pun lebih ”miring” ketimbang lebih unggul ketimbang produk dalam negeri. Hal ini mengurangi pendapatan masyarakat Indonesia pada khususnya. Padahal harga-harga pokok pun mahal. Harusnya pemerintah bisa mengatasi hal-hal tersebut..
Sumber ; http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Tahunan/Laporan+Perekonomian+Indonesia/lpi_2008.htm
http://www.docstoc.com/docs/22736753/Pengertian-Teori-Akuntansi
Lebih jelasnya di:
http://www.docstoc.com/docs/22736753/Pengertian-Teori-Akuntansi
Contoh Riset Ilmiah
Gejolak krisis keuangan global telah mengubah tatanan perekonomian dunia. Krisis global yang berawal di Amerika Serikat pada tahun 2007, semakin dirasakan dampaknya ke seluruh dunia, termasuk negara berkembang pada tahun 2008. Sejumlah kebijakan yang sangat agresif di tingkat global telah dilakukan untuk memulihkan perekonomian. Di Amerika Serikat, sebagai episentrum krisis, kebijakan pemerintah baru yang menempuh langkah serius untuk mengatasi krisis, menjadi faktor positif yang dapat mengurangi pesimisme akan resesi yang berkepanjangan dan risiko terjadinya depresi. Sementara itu,kemauan negara-negara industri maju lainnya untuk berkoordinasi dalam kebijakan pemulihan ekonomi juga diharapkan dapat meningkatkan keyakinan pelaku pasar. Namun, proses berbagai lembaga keuangan memperbaiki struktur neracanya (deleveraging) yang diperkirakan masih terus berlangsung, serta dampak umpan balik dari sektor riil ke sektor keuangan, menyebabkan risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi.
Di Indonesia, imbas krisis mulai terasa terutama menjelang akhir 2008. Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6% sampai dengan triwulan III-2008, perekonomian Indonesia mulai mendapat tekanan berat pada triwulan IV-2008. Hal itu tercermin pada perlambatan ekonomi secara signifikan terutama karena anjloknya kinerja ekspor. Di sisi eksternal, neraca pembayaran Indonesia mengalami peningkatan defisit dan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan. Di pasar keuangan, selisih risiko (risk spread) dari surat-surat berharga Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang mendorong arus modal keluar dari investasi asing di bursa saham, Surat Utang Negara (SUN), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Secara relatif, posisi Indonesia sendiri secara umum bukanlah yang terburuk di antara negara-negara lain. Perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh sebesar 6,1% pada 2008. Sementara kondisi fundamental dari sektor eksternal, fiskal dan industri perbankan juga cukup kuat untuk menahan terpaan krisis global (Tabel 1). Meski demikian, dalam perjalanan waktu ke depan, dampak krisis terhadap perekonomian Indonesia akan semakin terasa.
Semakin terintegrasinya perekonomian global dan semakin dalamnya krisis menyebabkan perekonomian di seluruh negara akan mengalami perlambatan pada tahun 2009. Indonesia tak terkecuali. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2009 akan tumbuh melemah menjadi sekitar 4,0%, dengan risiko ke bawah terutama apabila pelemahan ekonomi global lebih besar dari yang diperkirakan. Penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut bukan sesuatu yang buruk apabila dibandingkan dengan banyak negara-negara lain yang diperkirakan tumbuh negatif. Oleh karenanya, upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mencegah dampak krisis ini meluas lebih dalam, melalui kebijakan di bidang fiskal, moneter, dan sektor riil, menjadi penting untuk dilakukan di tahun 2009.
Selanjutnya : 003_bab_I.zip.pdf di http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Tahunan/Laporan+Perekonomian+Indonesia/lpi_2008.htm
Komentar : Pada tahun 2009 lalu Indonesia cukup berhasil mengatasi krisis global. Terbukti dengan berhasilnya naiknya kembali nilai mata uang rupiah. Yang sebelumnya berkisar antara Rp.12.000 per U$ sekarang sudah berada dikisaran Rp. 10.000.
Kritik : Negara khususnya pemerintah jangan hanya memikirkan keadaan negaranya saja. Akan tetapi harus memikirkan keadan rakyat. Bagaimana pun keberhasilan atau kemajuan negara itu tergantung pada kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia pada umumya. Jangan hanya memikirkan pandangan negara Indonesia oleh negara lain, tetapi harus melihat dari sisi dalamnya juga yakni keadaan masyarakatnya.
Saran : Dengan terjadinya krisis global pemerintah harusnya mensiasati cara bagaimana menaggulangi krisis di dalam negeri taerlebih dahulu. Harga bahan pokok sehari-hari mahal itu membuat masyarakat Indonesia ”tersiksa” . hal lain yanga terjadi adalah produk impor khususnya produk Cina. Harganya pun lebih ”miring” ketimbang lebih unggul ketimbang produk dalam negeri. Hal ini mengurangi pendapatan masyarakat Indonesia pada khususnya. Padahal harga-harga pokok pun mahal. Harusnya pemerintah bisa mengatasi hal-hal tersebut..
Sumber ; http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Tahunan/Laporan+Perekonomian+Indonesia/lpi_2008.htm
http://www.docstoc.com/docs/22736753/Pengertian-Teori-Akuntansi
Saturday, January 2, 2010
My First Cycling Experience
When the past in my age seven years old, my father gave me a new bike. I was so happy. It color was orange. And i was so intrested to played it. Every morning i always to cycling.
When i learned how to took it, my father followed me from behind by bike too. We played together, then we went through road by road. When we felt tired, we took a rest and we seeked a stall to bought a water. After we felt strong enough to continued the trip, we began for cycling.
But some day, when i was cycling i had an accident. I fell from thr bike. I felt so hurted in my knee. The blood out of my knee. I was so scare .. i was crying. Then my father made becalm. Then my father and i went home. and sterilize and to treated my pain.
Altough i had an incident, it was not made me to charied. But it was be my good experience..
When i learned how to took it, my father followed me from behind by bike too. We played together, then we went through road by road. When we felt tired, we took a rest and we seeked a stall to bought a water. After we felt strong enough to continued the trip, we began for cycling.
But some day, when i was cycling i had an accident. I fell from thr bike. I felt so hurted in my knee. The blood out of my knee. I was so scare .. i was crying. Then my father made becalm. Then my father and i went home. and sterilize and to treated my pain.
Altough i had an incident, it was not made me to charied. But it was be my good experience..
Subscribe to:
Posts (Atom)