Tuesday, March 30, 2010

Hasil Penelitian Berdasarkan Metode Deskriptif

Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.

Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________

Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset asset P 1,500,001-P 15,000,000; dan pengusaha menengah mempuyai
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian


Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.






Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm

Hasil Penelitian Berdasarkan Metode Deskriptif

Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.

Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________

Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset asset P 1,500,001-P 15,000,000; dan pengusaha menengah mempuyai
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian


Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.






Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm

Hasil Penelitian Berdasarkan Metode Deskriptif

Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan akan dapat:
- Menjelaskan prinsip-prinsip pemahaman menggunakan metode pemahaman deskriptif.
- Menguasai macam-macam penelitian deskriptif.
- Menggunakan penelitian deskriptif sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
- Menyebutkan tiga macam penelitian deskriptif dengan tepat.
- Menerangkan langkah-langkah penelitian deskriptif secara benar.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982:119). Penelitian ini juga sering
disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini penelitian tidak melakukan kontrol dan
manipulasi variabel penelitian. Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan
mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian
deskriptif juga merupakan penelitian, dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan
penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka
melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan
secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan sobjek yang diteliti secara tepat. Dalam
perkembangan akhir-akhir ini, metode penelitian deskriptif juga banyak di lakukan oleh para
penelitian karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian
besar laporan penelitian di lakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat
berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan
maupun tingkah laku manusia.
Disamping kedua alasan seperti tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik
para peneliti muda, karena bentuknya sangat sedarhana dengan mudah di pahami tanpa perlu
memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian
kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang
lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan
sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat
dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui
deskriptif mendalam atau dengan penelitian setting alami fenomenologis dan dilaporkan secara
thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan
antarvariabel yang lebih kompleks.
Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti
penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti
pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti
mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan
yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara
hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilaukan untuk mendapatkan
gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.
1 / 6
________________________________________
Page 2
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan
peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang saat sekarang
terjadi. Dengan penelitian deskriptifi, peneliti memungkinkan untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan
komparasi antarvariabel.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan seperti berikut.
Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh
responden yag sangat sediit, akibatnya biasa dalam membuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadangkala dalam pengumpulan data tidak
memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam
observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat,
sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
Penelitian deskriptif juga memerlukan permasalahan yang harus diidentifikasi dan dirumuskan
secara jelas, agar di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data yang
diperlukan.
LANGKAH DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF
Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah penting seperti berikut.
1. Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
2. Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
3. Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
4. Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5. Menentukan kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
6. Mendesain metode penelitian yang hendak digunakan termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen, mengumpulkan data,
dan menganalisis data.
7. Mengumpulkan, mengorganisasikan, dan menganalisis data dengan menggunakan teknik
statistika yang relevan.
8. Membuat laporan penelitian
MACAM-MACAM PENELITIAN DESKRIPTIF
Banyak jenis penelitian yang termasuk sebagai penelitian deskriptif. Setiap ahli penelitian sering
dalam memberikan infomasi tentang pengelompokan jenis penelitian deskriptif, cenderung
sedikit bervariasi. Perbedaan itu biasanya dipengaruhi oleh pandangan dan pengetahuan yang
menjadi latar belakang para ahli tersebut. Perbedaan pandangan tersebut, salah satu
diantaranya bila dilihat dari apek bagaimana proses pengumpulan data dalam penelitian
deskriptif dilakukan oleh peneliti.
Dari aspek bagaimana proses pengumpulan data dilakukan, macam-macam penelitian deskrptif
minimal dapat dbedakan menjadi tiga macam, yaitu laporan dari atau self-report, studi
perkembangan, studi lanjutan, (follow-up study), dan studi sosiometrik.
2 / 6
________________________________________
Page 3
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
Penelitian Laporan Dari (Self-Report research)
Dari kaitannya dengan data yang dikumpulkan maka penelitian deskriptif mempunyai beberapa
macam jenis termasuk di antaranya laporan diri dengan menggunakan observasi. Dalam
penelitian self-report, informasi dikumpulkan oleh orang tersebut yang juga berfungsi sebagai
peneliti.
Dalam penelitian self-report ini penelitian dianjurkan menggunakan teknik observasi secara
langsung, yaitu individu yang diteliti dikunjungi dan dilihat kegiatanya dalam situasi yang alami.
Tujuan obsevasi langsung adalah untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan
permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian self-report, peneliti juga dianjurkan
menggunakan alat bantu lain untuk memperoleh data, termasuk misalnya dengan
menggunakan perlengkapan lain seperti catatan, kamera, dan rekaman. Alat-alat tersebut
digunakan terutama untuk memaksimalkan ketika mereka harus menjaring data dari lapangan.
Yang perlu diperhatikan oleh para peneliti yang dengan model self-report adalah bahwa dalam
menggunakan metode observasi dalam melakukan wawancara, para peneliti harus dapat
menggunakan secara simultan untuk memperoleh data yang maksimal. Salah satu contoh
penelitian menggunakan self-report dapat dilihat dalam laporan tentang studi Kelembagaan dan
Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah.

Contoh Penelitian Deskriptif menggunakan self-report
Studi Kelembagaan dan Sistem Pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah
Studi banding tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil menengah ini
mempunyai 5 tujuan penting, yaitu :
- Mengidentifikasi faktor-faktor pembangunan usaha mikro kecil dan menengah melalui
sistem kelembagaan.
- Memperoleh informasi tentang faktor-faktor pengembangan kelembagaan bagi koperasi
usaha kecil dan menengah.
- Meningkatkan kerja sama lembaga pemerintah agar secara komperehensif mempunyai
sistem pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan para pengusaha.
- Merumuskan kebijakan, implementasi, dan sistem monitoring yang relevan dengan
kelembagaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah.
- Memperoleh model best practice tentang kelembagaan dan sistem pembiayaan di Negara
Filipina yang mungkin dapat diterapkan sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Penelitian studi banding ini menggunakan metode dekriptif dengan pendekatan self-report.
Tempat penelitian adalah lembaga tinggi depertemen perdagangan dan industri dan lembaga
lain dan lembaga lain yang menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan
menengah. Lembaga lembaga lain tersebut termasuk kantor Biro Pengembangan Usaha Kecil
Menengah (BSMD), Kantor Technology Livelihood Resource Center (TLRC). COLOMBO PLAN
STAFF CALLEGE (CPSC), dan Technology Universisty of Philippines (TUP). Subjek
penelitiannya adalah nara sumber yang memiliki informasi yang diperlukan dan mereka yang
berhasrat dan bersedia bekerja sama dalam memberikan informasi.
Studi banding ini mempunyai hasil yang dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu
3 / 6
________________________________________

Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
lembaga pengelolaan dan sistem pembiayaan usaha kecil dan menengah. Yang berkaitan
dengan lembaga pengelola UKM diantaranya adalah termasuk:
Pengembangan usaha kecil dan menengah di pilipina dibawah Department Of Trade and
Industry (DTI), dengan melibatkan beberapa biro yang ada ditingkat nasional dan regional.
Yang termasuk pengusaha kecil dan menengah di pilipina, adalah para pengusaha atau
entrepreneur ,baik indifidual maupun kelompok warga Negara Filipina yang memiliki ciri–ciri
seperti berikut : Pengusaha mikro mempunyai asset asset P 1,500,001-P 15,000,000; dan pengusaha menengah mempuyai
P15,000,001-P60,000,000
Ada enam lembaga tinggi Negara dan beberapa kantor yang relevan dengan macam-macam
kegiatan bisnis sebagai sebagai tempat pendaftaran dan yang akan membantu perkembangan
dan pertumbuhan usaha baru tersebut. Program pemerintah yang terkait dengan usaha kecil
dan menengah di lakanakan oleh semua lembaga yang relevan termasuk kantor yang berada
dibawah tanggung jawab departemen perdagangan dari industri, depertemen keuangan,
anggaran dan manajemen. Pertanian, reformasi agraria, lingkungan dan sumber daya alam,
tenaga kerja dan perburuhan, transportasi dan komunikasi, pekerjaan dan pubik jalan raya,
pemerintah dan dan pariwisata, sains dan teknologi, ekonomi nasional dan otoritas
pengembangan semua Bank sentral Filipina baik tingkat nasional, regional, dan provinsi. Pada
masing-masing kantor lembaga mempunyai prosedur, wewenang,dan jumlah pembiayaan
pendaftaran yang dicantumkan secara jelas. Wewenang, prosedur dan jumlah biaya yang jelas
tersebut, pada prinsipnya adalah untuk mempermudah bagi para pengusaha, kita mereka
melakukan pendaftaran usahanya ke kantor lembaga tersebut.
Studi Perkembangan (Developmental Study)
Studi perkembangan atau devlopmental study banyak dilakukan oleh peneliti di bidang
pendidikan atau bidang psikologi yang berkaitan dengan tingkah laku, sasaran penelitian
perkembangan pada umumnya menyangkut variabel tingkah laku secara individual maupun
dalam kelompok. Dalam penelitian perkembangan tersebut peneliti tertarik dengan variabel
yang utamakan membedakan antara tingkat umur, pertumbuhan atau kedewasaan subjek yang
diteliti.
Studi perkembangan biasanya di lakukan dalam periode longitudinal dengan waktu tertentu,
bertujuan guna menemukan perkembangan demensi yang terjadi pada seorang respoden.
Demensi yang sering menjadi perhatian peneliti ini, misalnya: intelektual, fisik, emosi, reaksi
terhadapan tertentu, dan perkembangan sosoial anak. Studi perkembangan ini biasa dilakukan
baik secara cross-sectional atau logiotudinal.
Jika penelitian dilakukan dengan model cross-sectional, peneliti pada waktu yang sama dan
disimultan menggunakan berbagi tingkatan variabel untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari
masing-masing tingkat dapat dideskripsi dan kemudian di komparasi atau dicari tingkat
asosiasinya. Dalam penelitian perkembangan model longitudinal, peneliti menggunakan
responden sebagai sampel tertentu, misalnya: satu kelas satu sekolah, kemudian dicermati
secara intensif perkembangannya secara continue dalam jangka waktu tertentu seperti tiga
bulan, enam bulan, satu tahun. Semua fenomena yang muncul didokumentasi untuk digunakan
4 / 6
________________________________________
Page 5
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
sebagai informasi dalam menganalisis guna mencapai hasil penelitian.
Studi Kelanjutan (Follow-up study)
Study kelanjutan dilakukan oleh peneliti untuk menentukan status responden setelah beberapa
periode waktu tertentu memproleh perlakuan, misalnya rogram pendidikan. Studi kelanjutan ini
di lakukan untuk melakukan evaluasi internal maupun evaluasi eksteral, setelah subjek atau
responden menerima program di suatu lembaga pendidikan. Sebagai contoh Badan Akreditasi
Nasional menganjurkan adanya informasi tingkat serapan alumni dalam memasuki dunia kerja,
setelah mereka selesai program pendidikannya. Dalam penelitian studi kelanjutan biasanya
peneliti mengenal istilah antara output dan outcome. Out (keluran) berkaitan dengan informasi
hasil akhir setelah suatu program yang diberikan kepada subjek sasaran di selesaikan.
Sedangkan yang dimaksud dengan data yang di ambil dari outcome (hasil) biasanya
menyangkut pengaruh suatu perlakuan, misalnya program pendidikan kepada subjek yang di
teliti setelah mereka kembali ke tempat asal yaitu masyarakat.
Studi Sosiometrik (Sociometric study)
Yang dimaksud dengan sosiometrik adalah analisis hubungan antarpribadi dalam suatu
kelompok individu. Melalui analisis pilihan individu atas dasar idola atau penolakan sesorang
terhadap orang lain dalam suatu kelompok dapat di tentukan.
Prinsif teori studi sosiometrik pada dasarnya adalah penanyakan pada masing-masing anggota
kelompok yang diteliti untuk menentukan denga siapa dia paling suka, untuk bekerja sama
dalam kegiatan kelompok. Pada kasus ini, dia dapat memilih satu atau tiga dalam
kelompoknya. Dari setiap anggota, peneliti akan memperoleh jabatan yang bervariasi. Dengan
menggunakan gambar sosiogram, posisi seseorang akan dapat diterangkan kedudukannya
dalam kelompok organisasi.
Dalam sosiogram tersebut pada umumnya digunakan beberapa batasan istilah yang dapat
menunjukan posisi individu dalam kelompoknya. Beberapa istilah tersebut seperti misalnya:
- “Bintang” diberikan kepada mereka yang paling banyak dipilih oleh para anggotanya,
- “Terisolasi” di berikan kepada mereka yang tidak banyak dipilih oleh para anggota dalam
kelompok,
- “Klik” diberikan kepada kelompok kecil anggota yang saling memilih masing orang dalam
kelompoknya.
Dibidang pendidikan, sosiometrik telah banyak digunakan untuk menentukan hubungan
variabel status seseorang misalnya pemimpin formal, pemimpin dalam lembaga pendidikan
atau posisi seseorang dalam kelompoknya dengan variabel dalam kegiatan pendidikan.
Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarlkan objek atau
subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara
sistematis fakta dan karakeristik objek yang di teliti secara tepat.
Penelitian deskriptif mempunyai keunikan diantaranya, seperti berikut.
- Menggunakan kuesioner atau wawancara sering kali hanya mendapatkan responden
5 / 6
________________________________________
Page 6
Penelitian Deskriptif
Written by Hartoto
Saturday, 11 April 2009 07:36 -
yang sedikit yang dapat menakibatkan biasanya kesimpulan;
- Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, kadang kala dalam pengumpulan data
tidak memperoleh data yang memadai;
- Memerlukan permasalahan yang di rumuskan ssecara jelas, agar pada waktu menjaring
data di lapangan, peneliti tidak mengalami kesulitan.
Dilihat dari aspek pengumpulan data di lapangan, penelitian deskriptif dapat dibedakan antara
lain menjadi penelitian diri, studi perkembangan, studi kelanjutan, dan studi sosiometrik.
- Penelitian dengan metode deskriptif mempunyai langkah seperti berikut.
- Mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui metode
deskriptif.
- Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.
- Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan penelitian dan atau hipotesis penelitian.
- Mendesain metode penelitian yamg hendak di gunakan, termasuk dalam hal ini
menentukan populasi, sampel, teknik sampling, menentukan instrumen pengumpul data, dan
menganalisis data.
- Mengumpulkan dan mengorganisasi serta menganalisis data dengan menggunakan
teknik statistika yang relevan.
- Membuat laporan penelitian


Evaluasi
Kritik : seharusnya UKM harus lebih meningkatkan kerja samanya dengan pemerintah agar mendapat perhatian dari pemerintah terutama pada bidang system pembiayaan atau pun keuangan.
Pihak pemerintah pun harus peduli terhadap UKM yang berjalan untuk kemakmuran rakyat kecil itu sendiri.
Saran : pemerintah mempunyai anggaran keuangan untuk UKM.






Sumber : http://www.pdfqueen.com/html/aHR0cDovL3d3dy5wZW5hbGFyYW4tdW5tLm9yZy9pbmRleC5waHAvYXJ0aWtlbC1uYWxhci9wZW5lbGl0aWFuLzE2My1wZW5lbGl0aWFuLWRlc2tyaXB0aWYucGRm

Thursday, February 25, 2010

Riset Akuntansi

Riset ilmiah adalah suatu pekerjaan yang sebelumnya melalui proses pengajaran dengan adanya ide dan akan diproses melalui riset untuk mencari solusi yang dicari dari ide tersebut dalam prakteknya.
Lebih jelasnya di:
http://www.docstoc.com/docs/22736753/Pengertian-Teori-Akuntansi

Contoh Riset Ilmiah
Gejolak krisis keuangan global telah mengubah tatanan perekonomian dunia. Krisis global yang berawal di Amerika Serikat pada tahun 2007, semakin dirasakan dampaknya ke seluruh dunia, termasuk negara berkembang pada tahun 2008. Sejumlah kebijakan yang sangat agresif di tingkat global telah dilakukan untuk memulihkan perekonomian. Di Amerika Serikat, sebagai episentrum krisis, kebijakan pemerintah baru yang menempuh langkah serius untuk mengatasi krisis, menjadi faktor positif yang dapat mengurangi pesimisme akan resesi yang berkepanjangan dan risiko terjadinya depresi. Sementara itu,kemauan negara-negara industri maju lainnya untuk berkoordinasi dalam kebijakan pemulihan ekonomi juga diharapkan dapat meningkatkan keyakinan pelaku pasar. Namun, proses berbagai lembaga keuangan memperbaiki struktur neracanya (deleveraging) yang diperkirakan masih terus berlangsung, serta dampak umpan balik dari sektor riil ke sektor keuangan, menyebabkan risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi.
Di Indonesia, imbas krisis mulai terasa terutama menjelang akhir 2008. Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6% sampai dengan triwulan III-2008, perekonomian Indonesia mulai mendapat tekanan berat pada triwulan IV-2008. Hal itu tercermin pada perlambatan ekonomi secara signifikan terutama karena anjloknya kinerja ekspor. Di sisi eksternal, neraca pembayaran Indonesia mengalami peningkatan defisit dan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan. Di pasar keuangan, selisih risiko (risk spread) dari surat-surat berharga Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang mendorong arus modal keluar dari investasi asing di bursa saham, Surat Utang Negara (SUN), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Secara relatif, posisi Indonesia sendiri secara umum bukanlah yang terburuk di antara negara-negara lain. Perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh sebesar 6,1% pada 2008. Sementara kondisi fundamental dari sektor eksternal, fiskal dan industri perbankan juga cukup kuat untuk menahan terpaan krisis global (Tabel 1). Meski demikian, dalam perjalanan waktu ke depan, dampak krisis terhadap perekonomian Indonesia akan semakin terasa.
Semakin terintegrasinya perekonomian global dan semakin dalamnya krisis menyebabkan perekonomian di seluruh negara akan mengalami perlambatan pada tahun 2009. Indonesia tak terkecuali. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2009 akan tumbuh melemah menjadi sekitar 4,0%, dengan risiko ke bawah terutama apabila pelemahan ekonomi global lebih besar dari yang diperkirakan. Penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut bukan sesuatu yang buruk apabila dibandingkan dengan banyak negara-negara lain yang diperkirakan tumbuh negatif. Oleh karenanya, upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mencegah dampak krisis ini meluas lebih dalam, melalui kebijakan di bidang fiskal, moneter, dan sektor riil, menjadi penting untuk dilakukan di tahun 2009.
Selanjutnya : 003_bab_I.zip.pdf di http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Tahunan/Laporan+Perekonomian+Indonesia/lpi_2008.htm

Komentar : Pada tahun 2009 lalu Indonesia cukup berhasil mengatasi krisis global. Terbukti dengan berhasilnya naiknya kembali nilai mata uang rupiah. Yang sebelumnya berkisar antara Rp.12.000 per U$ sekarang sudah berada dikisaran Rp. 10.000.
Kritik : Negara khususnya pemerintah jangan hanya memikirkan keadaan negaranya saja. Akan tetapi harus memikirkan keadan rakyat. Bagaimana pun keberhasilan atau kemajuan negara itu tergantung pada kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia pada umumya. Jangan hanya memikirkan pandangan negara Indonesia oleh negara lain, tetapi harus melihat dari sisi dalamnya juga yakni keadaan masyarakatnya.
Saran : Dengan terjadinya krisis global pemerintah harusnya mensiasati cara bagaimana menaggulangi krisis di dalam negeri taerlebih dahulu. Harga bahan pokok sehari-hari mahal itu membuat masyarakat Indonesia ”tersiksa” . hal lain yanga terjadi adalah produk impor khususnya produk Cina. Harganya pun lebih ”miring” ketimbang lebih unggul ketimbang produk dalam negeri. Hal ini mengurangi pendapatan masyarakat Indonesia pada khususnya. Padahal harga-harga pokok pun mahal. Harusnya pemerintah bisa mengatasi hal-hal tersebut..


Sumber ; http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Tahunan/Laporan+Perekonomian+Indonesia/lpi_2008.htm

http://www.docstoc.com/docs/22736753/Pengertian-Teori-Akuntansi

Saturday, January 2, 2010

My First Cycling Experience

When the past in my age seven years old, my father gave me a new bike. I was so happy. It color was orange. And i was so intrested to played it. Every morning i always to cycling.

When i learned how to took it, my father followed me from behind by bike too. We played together, then we went through road by road. When we felt tired, we took a rest and we seeked a stall to bought a water. After we felt strong enough to continued the trip, we began for cycling.

But some day, when i was cycling i had an accident. I fell from thr bike. I felt so hurted in my knee. The blood out of my knee. I was so scare .. i was crying. Then my father made becalm. Then my father and i went home. and sterilize and to treated my pain.

Altough i had an incident, it was not made me to charied. But it was be my good experience..

Wednesday, December 16, 2009

The Favorite Place

My Favorite Place

Everybody have definite a favorite place. Usually, they spend all time in there. Almost the time they do anything in it. For everybody, the favorite place is variant. Maybe Campus is one of the favorite place for in a part of people. They can meet with their friends and talk each other. In campus, they can study together, so they can to ask a question if they found a trouble. Then, they can lunch together with their friend.

Mall is one of them. Many people go to there for do interest. Shopping in one of they do. Usually, everybody come to visit it at weekend. But there are many place in it like a restaurant or cafe. At restaurant people can eat a variant food from other country. At cafe is one of my favorite place in mall. Because i usually meet with all my friends in there. And we can spent my time to talk and laugh together.

Besides in there, one of my fovorite place is my home. Because i can meet my family and i can free to do anything in my home. As well as eat. I can eat all of food in my home and it’s free. And other benefit is the food is coooked by my mother. It secure from toxic. Then in my home i can online free without i have to go to “warnet”. It make me thrifty my money (hehe..). furthermore, i can online in everywhere, because the internet use the wireless, so i can browsing in internet in my bedroom.

A part of my favorite place in my home is my bedroom. Because i can enjoy my privacy in there. In my bedroom i can watching the favorite film in the television. And if my friend ( girls ) come to my home, we will talk each other in my bedroom. So we can as we want.

And then, i usually listen to musik while singing in my badroom. I like all of genre musik. But i usually listen it depends my mood. But i prefer an easy listening. And i study in my badroom too. When i feel bad mood, i always in there. I can expend my feeling. And i will chat with my boyfriend or my friend by phone or sms. And They will make me calm.

So there are many activities in my bedroom. And i love my bedroom. I always keep it clean. I’ll always make my bedroom comfortable. Because almost my time in my home is my bedroom.

Tuesday, December 1, 2009

The Way to Stop Smoking .

STOP SMOKING!

We cannot deny that the people who are smoking nowadays are getting more and more. The smokers are not only adult, but also Senior and Junior High School students, even Elementary School students. Usually, the cause is the environment where they live, which there are a person who smoke. So, they are really want to know how does it feel. Another cause is they are wrong on choosing their friends. For those who are smoke, there are some methods to stop it.

First, they have to always remember what will happen to their body if they smoke. The people who are smoking, like always said on cigarette’s advertisement, are getting more risk to get cancer, heart attact, and impotence, and actually still there a lot of another diseases.

Second, they have to remember how much money that they spend to buy a pack of cigarette. Suppose that the price of a pack of cigarette is Rp.11.000,00. It means, if a smoker smoke a pack a cigarette everyday, so they spend Rp.11.000,00 x 365 days = Rp. 4.015.000,00. We can use that money to buy a BlackBerry, can’t we?

Third, they have to stop to think that with smoking, they will get more friends. It’s totally wrong. Because actually, when they start to smoke, their friends will leave them one by one because tour friend will feel disturbed with the smoke of the cigarette.

Fourth, they have to always remember that if they are smoking, they are not only kill theirself slowly. But they also kill everyone around where they smoke slowly too. So, if they smoke, beside they are a smoker, indirectly, they are a murderer too.

Last, if methods above still cannot make you stop to smoke, you have to increase your intensity of smoking. For example three or four packs of cigarette everyday. Some months later, it will make you stop to smoking, or explicitly, it will make you cannot smoke anymore.(hehe just kidding!)

Smoking is really cannot give any benefit to us. It could damage our body, our sociality, and also our future. So, start from now, don’t spend your worth time to do something that useless!


sumber : Achmad Fathony ( SMAN 28 Jakarta )